Pengertian Variable dan Konsep

1.      Konsep
Interaksi, perilaku menyimpang danposisi adalah contoh darikonsep. Konsep adalah generaliasasi dari sekelompok fenomena tertentu, sehingga dapat dipakai untuk menggambarkan berbagai fenomena dengan ciri atau kekhasan yang sama. Jadi konsep harus merupakan atribut dari berbagai kesamaan fenomena yang diamati. Jika orang berbeda pendapat mengenai rubrik- rubrik yang dibaca di koran, ada yang suka berita politik, olaharaga atau rubrik hiburan, pada dasarnya semua perbedaan kebiasaan membaca tersebut dapat dikonsepkan sebagai “kegemaran membaca koran”. Karena terdapat perbedaan- perbedaan dalam skala abtraksinya maka konsep memiliki tingkat generalisasi yang berbeda-beda. 
Sebagai contoh konsep kepuasan pegawai akan lebih mudah diukur dibanding dengan konsep kesejahteraan pegawai. Konsep tingkat intensitas menonton televisi akan lebih mudah diukur dibanding dengan konsep kepuasaan menonton televisi.  
Konsep yang bersifat sangat abstrak disebut denganconstruct, sementara konsep yang empiris (yang dapat diamati, diukur) disebut dengan konsep. Namun karena dalam disiplin ilmu sosial cenderung mengamati fenomena atau gejala sosial yang bersifat abstrak, pembedaan antara konsep dan construct ini jarang dilakukan. Ilmuwan sosial menggunakan istilah konsep. Konsep-konsep dalam penelitian sosial yang cenderung bersifat abtrstrak ini perlu didefinisikan. Sehingga ketepatan dan kejelasan sebuah konsep tergantung pada definisi yang digunakan.
2.      Variabel
Beberapa konsep mempunyai variasi dalam bentuk, kualitas, kuantitas, mutu standar dan sebagainya. Variabel adalah konsep yang dapat diamati secara langsung dan mempunyai variasi (nilai lebih dari satu kategori). Sementara konstan adalah konsep yang dapat diamati secara langsung namun tidak punya variasi (hanya mempunyai nilai satu kategori dan tidak berubah).
Pengukuran variabel dapat dikelompokan menjadi empat jenis ;
a. Variabel nominal yaitu variabel yang kualitasnya tidak mengandung kualitas apapun dan nama variabel hanyalah simbol belaka. Contoh variabel ini adalah jenis kelamin,agama, status pekerjaan, dan lain-lain.
b. Variabel ordinal, yakni variabel yang dibentuk berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu, seperti skala sikap setuju, tidak setuju dan ragu-ragu.
c. Variabel interval, yakni variabel yang disusun berdasarkan rentang pengukuran. Dalam pengukurannya biasanya menggunakan asumsi yang menggolongkan satu satuan pengukuran yang sama. Misalnya gaji seorang dosen dalam setahun dapat disusun dari ; 7.000.000-8.000.000, 8.000.000-9.000.000, dst.
d. Variabel rasio, yakni variabel yang memiliki angka permulaan nol mutlak,. Contoh umur, ada yang 0, 1,2, 3 tahun dst.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar